Halaman

Selasa, 15 November 2011

Teruntukku, teruntukmu yang sedang jatuh hati…

Lautan kematian ombak
Dengan pantai tiada terusik
Begitu kasih hatiku sejak kehadiranmu
Betapa aku hargai anugerah surga di dunia....

Tak ku sadari bayangmu selalu hadir di hatiku. Kejernihan wajahmu seakan sempurna dari pandanganku. Kesederhanaanmu seakan mengejar kekayaan dunia. Dan ketakawaan dirimu bak permata yang selalu membisikan nuraniku. Kadang diriku bertanya, apakah aku sendang ‘jatuh cinta?’
Saat sendiri, kadang bayangmu selalu menghantui. Saat bertemu, hati ini tak bisa menipu. Dan ku ingin mengadu, ‘ya Allah kenapa aku jatuh hati?’

Kuharap kau coba memahami
Luahan hati ini yang ingin dicintai
Kuharap kau dapat menghayati
Sentuhan jiwa ini yang ingin disayangi


Aku tak tahu, apakah sama yang kau rasa. Seakan diri ini ingin segara menyapa ‘aku jatuh cinta’. Seakan ada harapan ku ingin kita berlayar mengarungi samudera dunia. Menyelamatkan cintaku yang sedang bersemayam di hati. Dan ku ingin kau bisa memahami.
Semakin lama rindu ini semakin menjelma. Rasa cinta pun kian menggelora. Sedikit demi sedikit ku mencoba menginstal nyali untuk menjemputmu menjadi bidadari. Bidadari yang akan menemani hidupku dalam suka, dalam duka, dalam meniti Ridho-Nya. Hingga tak lupa kupanjatkan do’a sebagai wujud istikharah cinta.

0 Yorum var: