Halaman

Rabu, 15 Agustus 2012

RASAKU

Aku mulai terbiasa menelan pahit kopi
yang kau seduhkan pada malammalam ketika bayang bertandang...
Aku mungkin terbiasa mengunyah getir kerinduan yang kau sajikan dalam pinggan pengharapan...
Apa lagi?
Bukankah tlah disepakati,
berdua kita merenda sunyi?
Tak peduli tatkala jengkrik, tokek dan katak berdendang sendiri...

Dan kini berapa pekan menjeda sudah...
Kekasih oh kekasih..
Rasaku tiada mengenal musim..
Rasaku tiada mengenal waktu..


Tapi rasaku paham keduanya ..
Rasa yang rasa...
 


Selokan Mataram (Yogyakarta), Maret2007

MENANTI KEPULANGANMU

Pada kunangkunang malam
Kupinjam kerlipnya
Agar dapat kusuluh jiwa

Sepiku tanpa nama
Dan kau telah rengkuhkan itu
Selarik hymne hanya bisa kulantun dalam diam paling gigil

Saat pulang nanti jangan ucap kata maaf
Lentera jiwa melerai muram

Jangan buatku menangis lagi
Aku akan menepi
Usai berdamai dengan hatiku sendiri

Janji?


Karimun,( 31/05/2012)

KALA MALAM MENJELANG PURNAMA

Kala malam berbalut dingin dan kabut menggigilkan
Ekspresi hilang tertidur lelap

Mata terpejam
Bibir terkunci rapat
Mungkin ini pembebasan dari rasa ngilu dan pedih kehidupan
Isak tertahan

Kenapa...
Jangan dulu...
Jangan...
Jangaaaan....
Tak peduli teriakan itu...

Ini malam menjelang purnama
Jiwa pergi meninggalkan raga
Dari-Nya kembali pada-Nya

Karimun, 07062012

MALAM ACUH

Ketika malam melangkah sendu
Meninggalkan senja dengan tergesa
Bertemu mimpi yang tak pasti
Berselimut rajutan suram
Jiwa enggan tersenyum
Puing harapan rapuh
Ketika malam acuh ketulusan
Karimun, Juni2012

AKU DAN HATI

Ajari aku mencintai hati
Pada hati yang menyetubuhi kala malam penuh arti
Dari mulut yang dirasai
Untuk hati yang miris di sudut hati

Yogyakarta, MEI2010

PUISI PENDEK 1

HIDUPKU

Diantara kita jangan ada sendu tapi rindu
Selamanya bersatu
Hidupku, kamu

RINDU

Rinduku kekal dan abadi
Takkan lanus pun hangus


PELANGI

Seperti pelangi kau memberi warna
Beri hidup indah merona


SATU

Dipersatukan satu
Satu satu jadi satu
Selamanya kita satu


Karimun, september 2011

MATAHARI MALU

Langit pagi kelabu
Tutup matahari jadi sayu
Enggan menampakkan wajahnya malu
Perut-perut jadi lesu

Rumput bunga dan pohon mengantuk
Tubuh enggan bergerak
Dibawah mejapun anjing sedap meringkuk

Karimun, 04/07/2012

DI PURNAMA BERIKUTNYA

Menghirup udara malam
Sambil kembali meringkuk dibawah purnama
Kesempurnaan yang masih sepi

Andai engkau ada
Kuingin menatapmu dibawah cahayanya
Bersama merenda mimpi diantara kerlap kerlip malam

Cahaya purnama meninggalkan bayangbayang
Rindu juga mimpiku
Merintih mengerang
Masih dingin dan sendiri

Dadaku penuh gelora
Menunggumu
Menunggu
Tuk temani aku di purnama berikutnya

Karimun, Mei 2012

SAJAK WARNA-WARNI HIDUP

Ini nyanyian sajakku 
 
Diantara gugusan waktu, nafas dan peristiwa 

Diperjalanan biru mengitari jarak 

Merangkum duka serta menyulam suka 

Diantara gelisah rindu dan pesona bahagia 

Adalah gempuran kehidupan 

Yang kujejaki atas ridhoNya 

Dengan helaan nafas yang terus bergelut 

Hanya angin, hujan, ilalang dan debulah yang setia mendengarkan pesona nyanyian sajak warnawarni hidupku


Karimun, 20/07/2012

SUJUD PAGI HARI

Dikeheningan pagi aku bersujud
Ada mimpi dan ilusi berjalan melantunkan doa
Ya Allah,

Jadikan pagiku berseri
Jauhkan siang yang tandus
Dan senja yang diam
Aku ingin bertemu malam yang tenang
Untuk kembali bersujud
Berikan aku kejelian untuk memahami dan mengerti karangankarangan-MU untuk hidupku hari ini


Karimun, 16/07/2012

KESABARAN

Fajar belum menyegat Embun pun belum menguap Di tengah khusuk Ada bayangmu disujudku Jangan pernah menghitung jarak Jangan pula menyalahi waktu Seperti angin tak pernah pasti berhembus Namun lembut bergelora Yakinlah Didada ini masih terlukis wajahmu Yang semakin biru menembus sumsum Menggeliat diantara penguat raga Ada saat yang indah Angin dan waktu membawa kita Menggenggam jemari Bersama melantunkan doa mengetuk fajar Karimun, 31/07/2012