Kala malam berbalut dingin dan kabut menggigilkan
Ekspresi hilang tertidur lelap
Mata terpejam
Bibir terkunci rapat
Mungkin ini pembebasan dari rasa ngilu dan pedih kehidupan
Isak tertahan
Kenapa...
Jangan dulu...
Jangan...
Jangaaaan....
Tak peduli teriakan itu...
Ini malam menjelang purnama
Jiwa pergi meninggalkan raga
Dari-Nya kembali pada-Nya
Karimun, 07062012
Rabu, 15 Agustus 2012
KALA MALAM MENJELANG PURNAMA
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)

0 Yorum var:
Sen de yaz