Halaman

Rabu, 16 November 2011

Siang yang Terik

ketika siang yang terik
peluh bercucur tercabik cabik
guratan guratan sepi berlarik-larik
seolah tak hirau juga tak tertarik
gumpalan awan saling berbisik
entah siapa yang dibidik

peri-peri mungil sembunyi dibalik mega
cari kerindangan usir dahaga

burung-burung gereja tak lagi terbang
hilang angan tuk kembali ke sarang

ketika siang yang terik
peluh bercucur tercabik-cabik
sepasang mata tak berkedip melirik
duh...kemanakah mesti berlari balik
sebab kemanapun akan terusik
lelah hati kian berisik

0 Yorum var: